Apakah Campuran Adukan Beton Anda Sudah Benar?

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu. Perlu  ketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan berikut contoh komposisi adukan beton untuk beberapa jenis kekuatan beton :

3 (tiga) contoh diatas menunjukkan pada masing-masing kekuatan beton akan berbeda jika jumlah komposisi bahan tiap adukan beton per m kubiknya berbeda. Pertanyaannya apakah pelaku pekerjaan konstruksi mengetahui  mematuhi hal tersebut? Saya sangat terkejut mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Entah para pelaku konstruksi pin pin bo (pintar-pintar bodo) alias pura-pura tidak tau? atau memang tidak mengerti tentang hal ini? Padahal analisa SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan yang berisi komposisi adukan beton ini jelas tercantum pada dokumen kontrak. Pertanyaan kedua muncul, apakah pelaku konstruksi membaca isi dokumen kontrak? Coba, anda buka dokumen kontrak kegiatan atau proyek yang sedang anda kerjakan atau anda sebagai pengawas teknis lapangannya. Kemudian tanyakan, beton yang akan dikerjakan K berapa? Berapa perbandingan komposisi bahan Semen (PC) : Pasir Beton (PB) : Kericak (KR)?

Saya tidak habis pikir, saat saya tanyakan mereka menjawab, Beton K 175 dengan komposisi 1 PC : 3 PB : 5 KR. Bagaimana dengan Beton K 225?  mereka menjawab komposisi 1 PC : 2 PB : 3 Kr. Saat saya tanya lebih mendalam mereka menjawab BIASANYA YA SEPERTI ITU….

WOW…. Seperti inikah kualitas para pelaku konstruksi kita?

Mari kita coba hitung komposisi adukan beton K 175 dengan berat satuan Semen = 1250 kg/m3 ; air = 100kg/m3 ; pasir beton = 1400 kg/m3 dan kericak 1350 kg/m3

(catatan = berat satuan pasir dan kericak pada masin-masing tempat berbeda, Harus dilakukan pemeriksaan terhadap pasir dan kericak untuk memperoleh nilai barat satuannya)

Perbandingan berat yang tercantun dalam SNI 7394 -2008 :

PC = 326 Kg

PB = 760 kg

KR = 1029 Kg

Air = 215 Liter

Faktor air semen = 0,66

Perbandingan Volume :

PC = (326/1250)/(326/1250) —–> 1

PB = (760/1400)/(326/1250) —–> 2,08 dibulatkan menjadi  2

KR = (1029/1350)/(326/1250) ——> 2,92 dibulatkan menjadi  3

Air = (215/1000)/(326/1250) ———> 0,82

Jadi, Beton K 175 komposisi bahan yang benar dalam tiap meter kubiknya adalah 1 PC : 2 PB : 3 KR :0,82 Air.

Maka, jika para pelaku konstruksi kita menjawab beton K 225 dengan campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR Hal ini adalah SALAH!

Terlebih lagi jika ada yang beranggapan beton K 175, K 200, K 225 ataupu K 250 adalah 1 PC : 2 PB : 3 KR, Hal ini adalah SALAH BESAR!!!

Disamping komposisi bahan SEMEN : PASIR : KERICAK,  hal yang tidak kalah pentingnya adalah AIR. Penambahan jumlah air di lapangan sangat berlebihan hal ini akan menurunkan kualitas beton.

Mari kita awasi, periksa, perbaiki adukan campuran beton untuk mendapatkan suatu konstruksi infrastruktur yang kokok, kuat dan tahan lama (durable).

SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan, dapat anda download di halaman Rak Kode.

118 gagasan untuk “Apakah Campuran Adukan Beton Anda Sudah Benar?

  1. Sebelumnya mohon maaf ni bu dwi merepotkan, terus terang dan terang terus ( seperti iklan lampu PH*L*F ) blog ini sangat bermanfaat sekali bagi saya pribadi pada khususnya, dan ngomong-ngomong Numpang tanya lagi nich….. maklum ilmu saya masih minim jadi saya rasa masih perlu banyak belajar, begini bu dwi : kebetulan saya ada pekerjaan pembuatan jalan cor rabat beton dan kebetulan lokasi pekerjaan di daerah rawa ( bisa dikatakan di tengah pulau ) dan untuk mendapatkan air bersih sangat lah sulit, karena mayoritas masyarakat sekitar untuk kebutuhan air dalam kesehariannya mengandalkan tampungan air hujan, sedangkan di sekeliling wilayah tersebut dikelilingi sungai yang langsung menyatu dengan laut sehingga tidaklah mungkin untuk menggunakan air sungai tersebut untuk pekerjaan kami, karena sudah bisa dipastikan kadar garam di air sungai tersebut sangat tinggi karena langsung bercampur dengan air laut, sedangkan saya lihat dalam perencanaan jalan rabat beton tersebut menggunakan menggunakan kawat anyam pada bagian tengahnya ( mungkin ini merupakan hal baru bagi saya karena baru kali ini berada pada daerah rawa seperti ini ) sedangkan dalam perencanaan kebutuhan penggunaan air tidak dimasukkan dalam rencana anggaran biaya, nah yang ingin saya tanyakan 1. seberapa besar pengaruh kawat anyam yang ada pada perencanaan jalan rabat beton tersebut ya bu ? 2. apakah penggunaan air yang ada di rawa ( air tadah hujan yang tentunya bercampur dengan daun-daunan ) diperbolehkan untuk pekerjaan ini bu? karena seperti yang saya uraikan diatas untuk mendapatkan air bersih sangatlah sulit bu….., 3. mohon petunjuk analisa penggunaan Molen bu……..

    • Terima kasih atas kunjungan anda di blog saya..
      1. Kawat anyam akan melengkapi kekuatan rabat beton dalam hal tarik.
      2. Selama kadar garam, kadar asam dll sesuai dengan persayaratan, It is oke..
      3. Petunjuk Analisa material pembuatan beton dengan menggunakan molen? Untuk cara kilat, silahkan pakai SNI dalam Rak Kode, atau jika ingin lebih detail dapat menggunakan tahapan perancangan beton normal. Semua cara tersebut ada dalam Rak Kode.
      Semoga Bermanfaat..

  2. mantaff masbro analisanya, memang orang di lapangan kadang terima order dari atasannya aja, dibilang k225 1:2:3, ya itu yg dikerjakan, karena kan emang kapasitasnya cuma segitu mereka, jadi tulisan ente bagus juga untuk mengingatkan level supervisor ke atas untuk menghitung lagi dengan bener gitu.

    Tapi masbro, hitungan ente di atas (mengenai 1:2:3 untuk k-175) itu sangat sensitif sekali dengan data masa jenis dari tiap komponennya. Di hitungan ente kalo bole ane baca sedikit neh, semen berat jenisnya 1250 kg/m3, PB 1400 kg/m3, KR 1350 kg/m3. Nah begitu tiga angka enih berubah dikit aja masbro…otomatis perbandingannya lari jauh. Coba kalo ente lihat di daftar berat jenis yg di sini nih http://www.simetric.co.uk/si_materials.htm . trus ente itung lagi, pasti beda tuh.

    Selamat ngutak ngatik lebih lanjut…..ane suka ente punya semangat, maju terus masbrow!!

    • Terima Kasih atas kunjungannya di Blog saya, Pak Mat Jaeni.. Alhamdulillah, terima kasih atas pujiannya.. Memang benar sekali, data berat satuan dan berat jenis akan mempengaruhi komposisi bahan.. Maka dari situlah pentingnya pengujian awal untuk agregatnya.. Untuk mengetahui berat satuan dan berat jenisnya.. Karena tiap material dari tempat atau daerah yang satu dengan daerah yang lain akan berbeda.. Apalagi jika satu menggunakan pasir sungai biasa, satunya menggunakan pasir hasil erupsi gunung, satunya menggunakan pasir besi, Tentu akan berbeda jauh hasilnya.. Ibarat bikin kue, satu pakai tepung terigu, satunya pakai tepung sagu, satunya pakai tepung jagung, Hasil kuenya akan berbeda kan? Demikian, snalogi sederhananya..
      Semoga bermanfaat..
      Oiya, saya wanita, jadi jangan panggil dengan sebutan Masbro yaa… Terima Kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s