PERANCANGAN CAMPURAN ADUKAN BETON YANG BAIK (BERDASARKAN SNI 03-2834-2000)

Terima kasih atas apresiasinya pada tulisan terdahulu yang berjudul apakah campuran adukan beton anda sudah benar? (silahkan lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/10/28/apakah-campuran-adukan-beton-anda-sudah-benar/ ) dan apakah beto itu? (lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/06/26/apakah-beton-itu/  ), sehingga saya rasa perlu untuk menulis tentang tata cara perancangan campuran adukan beton yang sesuai aturan yang berlaku. Aturan mengenai tata cara perancangan beton normal sudah diatur dalam Standart Nasional Indonesia yaitu SNI 03-2834-2000  tentang Tata Cara Pembuatan Rancangan Campuran Beton Normal yang merupakan pembaruan kode dari SNI 03-2834-1993 (Isinya sama).

Campuran adukan cor beton

Gambar 1. Proses pembuatan adukan beton

Membuat beton sebenarnya tidak sesederhana yang biasa kita lihat dalam membuat struktur bangunan sederhana, yang hanya sekedar mencampurkan material pasir, batu pecah (split), semen dan air. Jika ingin membuat beton yang baik,  yaitu beton yang memenuhi persyaratan diperlukan tuntutan yang lebih tinggi. Cara -cara untuk memperoleh campuran adukan beton harus diperhitungkan dengan teliti dan seksama. Beton yang baik, adalah beton yang kuat (memperoleh kekuatan pada umur yang ditentukan sesuai dengan perencanaan), durable/tahan lama/awet (mempunyai kapasitas daya layan sesuai dengan umur yang telah direncanakan), kedap air, tahan aus, sedikit mengalami perubahan volume (kembang susutnya kecil sehingga resiko terjadinya retak kecil)

Perancangan adukan beton dimaksudkan untuk mendapatkan beton yang sesuai kuat tekan  sesuai yang disyaratkan, mudah dikerjakan, awet dan murah (sesuai mutunya)

Langkah-langkah perancangan menurut  SNI 03-2834-2000  tentang  Tata Cara Pembuatan Rancangan Campuran Beton Normal adalah:

1. Menghitung deviasi standart (S), tercantum pada lampiran I SNI 03-2834-2000
2. Menghitung nilai tambah (m), tercantum pada lampiran II SNI 03-2834-2000
3.Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan pada umur tertentu, tercantum pada lampiran IV (Kekuatan Beton dalam aturan SNI buka lagi dalam K, misal K 200 K225 K250  tetapi dalam MPa  misal 16,9 Mpa, 19,3 MPa, 21,7 MPa)
4. Kuat tekan rata-rata
5. Penetapan jenis semen portland, tabel L-4-1 Lampiran IV
6. Penetapan jenis agregat
7. Penetapan nilai faktor air semen, Lampiran III dan IV
8. Penetapan nilai slump, Lampiran V
9. Penetapan besar butir agregat (batu pecah) maksimum, Lampiran VI
10. Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton, Lampiran VI
11. Berat semen yang diperlukan
12. Penetapan jenis agregat halus (pasir), tabel 3.2 atau Gambar 3.1
13. Proporsi/perbandingan peberat agregat halus (pasir) terhadap agregat campuran , Lampiran VII
14. Berat jenis agregat campuran
15. Perkiraan berat beton
16. Dihitung kebutuhan berat agregat campuran
17. Hitung berat agregat halus (pasir) yang diperlukan, berdasarkan langkah 13 dan 16
18. Hitung berat agregat kasar (batu pecah) yang diperlukan berdasarkan hasil langkah 13 dan 16

Nah, rumit ya? Perlu diketahui, sebelum langkah perancangan material pasir dan batu pecah harus diketahui komposisi kandungan kimiawinya, apakah memenuhi sebagai syarat untuk pembuatan beton? Berat satuan dan berat jenisnya juga harus diketahui.. Jadi lengkap sudahlah kerumitan dalam perancangan campuran adukan beton :)

Namun, pada tulisan saya sebelumnya apakah campuran adukan beton anda sudah benar? Kerumitan tersebut diatas sedikit terbantu, pada SNI 7394.2008  tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan. Ibarat resep, pada SNI 7394.2008  sudah takarannya. Checking terhadap volume absolut terkoreksi sudah pernah saya hitung untuk masing-masing karakteristik kuat tekan beton dan hasilnya oke.. Jadi untuk kepentingan praktis, silahkan gunakan  SNI 7394.2008 saja. Namun tulisan ini tidak berarti bahwa SNI 03-2834-2000 tidak penting dan tidak praktis. SNI 03-2834-2000 menunjukkan kronologis, tata cara perancangan campuran adukan beton yang benar, teliti dan seksama. Mempertimbangkan sifat, berat jenis dan berat satuan pasir dan batu pecah masing-masing daerah diperoleh hasil yang berbeda. Sebagai contoh, pasir batu apung dari Lombok  NTT mempunyai sifat, berat jenis dan berat satuan yang berbeda dari pasir beton dari Blora Jawa Tengah dan pasir besi dari Cilacap Jawa Tengah. Padahal ketiganya dapat digunakan sebagai agregat halus dalam pembuatan beton dan sesuai dengan SNI 03-6861.1-2002 (Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A, bahan bangunan Bukan Logam).

Demikian, sedikit tulisan saya tentang campuran adukan beton yang sesuai aturan SNI.

Jika anda tertarik mempelajari beton silahkan datang dan mendaftarkan diri menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Magister Manajemen Sarana Prasarana dan Teknologi Bahan (MSTB), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta….. Sekalian Promo, boleh kan…. :)
Sekiaaaaan……

12 thoughts on “PERANCANGAN CAMPURAN ADUKAN BETON YANG BAIK (BERDASARKAN SNI 03-2834-2000)

    • Silahkan, Pak.. Saya merasa tersanjung jika tulisan saya dijadikan referensi.. Monggo, semoga akan memberikan kontribusi positif bagi dunia konstruksi di Indonesia.. Aamiin..

  1. terima kasih ulasannya mbak.yg ingin sy tanyakan,bisakah saya mengujikan kuat beton. kalo bisa,saya hrs ke mana ? lokasi proyek saya di jgy. matur nuwun.

    • Terima Kasih atas kunjungannya di blog saya Pak Purwo Hadi..
      Lokasi proyek anda di jgy? jgy itu mana ya lebih tepatnya? jika yang anda maksud jgy itu adalah Yogyakarta, saya rekomendaikan di Lab Bahan Bangunan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta..
      Demikian. semoga bermanfaat..

  2. Mbak Dwi,
    Terimakasih atas artikelnya.. Saya mau bertanya.. Saat ini saya sedang menangani kasus mengenai kegagalan mutu beton bada bangunan yang sudah berdiri. Bangunan ini ada mess untuk pekerja yang direncanakan 2 lantai dengan mutu beton K225.
    Saat ini bangunan sudah naik ke lantai 2 dan baru ketahuan bahwa mutu beton yang digunakan untuk beam dan plat lantainya tidak memenuhi syarat setelah dilakukan hamer test dan dilanjutkan dengan test kuat tekan di lab. Didapatkan hasil kuat tekan hanya mencapai 81,6 Kg/m2.

    Saya mohon masukannya dari mbak Dwi untuk perbaikannya seperti apa.
    1. Apakah tetap dilanjutkan dengan mutu beton tsb namun menambahkan perkuatan2 pada balok dan plat lantainya? misalkan dengan profil baja atau beton
    2. Apakah harus dibongkar lagi dan dicor ulang?
    3. Atau bangunan difungsikan sebagai bangunan 1 lantai saja.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

    Salam Civil..salam struktur…

    • Terima kasih atas kunjunganngya di Blog saya, Pak..
      Menjawab pertanyaan anda, no 1… Saya sebagai apa nich? jika sebagai pemilik proyek, tentu saya akan meminta anda untuk membongkar dan menggantinya… Jika sebagai kontraktor, saya akan melihat, jika luasan yang rusak tidak terlalu luas, maka saya akan membuat perkuatan (beton bertulang dengan mutu beton yang sesuai standart) tentu saja masalah detail sambungan untuk perkuatan ini benar-benar saya perhatikan.

      Jika memang kondisi kekuatan pada struktur bawah (lantai 1) tidak mampu memikul beban lantai di atasnya, alternatif terakhir adalah merubah fungsi bangunan tersebut, yaitu hanya difungsikan lantai 1 saja.

      untuk membuat beton normal (tanpa zat aditif) yang baik, silahkan anda baca artikel saya mengenai tata cara pembuatan beton normal yang baik, silahkan juga anda download SNI (standart Nasional Indonesia) pad rak kode..

      Demikian, semoga bermanfaat…

  3. Pingback: MENGAPA BETON ITU PERLU DIUJI? | dwi kusuma

  4. selamat siang ,, mau tnya ap ada caeran yg bisa membuat kualitas paving jd lbh bgus ndan kuat..??? klo ada ap ya namanya
    sebelium nya terima kasih

    • Ada banyak cairan untuk menambah kuat tekan beton (concrete block /paving), coba saja anda datang ke supermarket bahan bangunan, datangi produsen sika.. tanyakan produk superplasticizer atau visconcrete atau silica fume… bacalah dahulu brodurnya, pilih yg sesuai dengan kebutuhan anda..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s