Patuhi Marka Jalan Meningkatkan Keamanan Berlalu Lintas

Hari raya Idul Fitri telah berlalu, libur panjang yang diwarnai dengan  mudik telah menyisakan sebuah angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2012 mencatat kecelakaan lalu lintas kendaraan bermotor roda 2 (dua) menempati posisi puncak pada mudik libur Idul Fitri kemarin. Pada saat libur panjang datang, pihak Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan menjadi pihak yang paling sibuk mengamankan jalur lalu lintas.

Gambar1. Marka Jalan

Selain Pihak-pihak tersebut diatas, kesadaran pengendara dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas sangat menentukan keselamatan dan keamanan di jalan raya.

Marka jalan dibuat untuk keselamatan pengguna jalan saat melintas. Sayangnya, di beberapa ruas jalan tidak ada marka jalan bahkan jika ada marka jalan pun pengendara seakan tak mengindahkan tanda-tanda tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor :KM.al/OT.002/Phb-80, Nomor : KM.164/OT002/PHB-80 dan Nomor : KM.210/Hk601/Phb – 87  tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan, Marka jalan berfungsi sebagai penuntun/pengarah pengemudi selama perjalanan. Cukup mengikuti arah dan maksud marka jalan garis putus-putus seruang dengan kendaraan anda niscaya perjalanan aman dan nyaman. Sayangnya, meski marka jalan sudah jelas tergambar, tidak sedikit para pengendara nekat menerjang tanda tersebut. Lihat saja, saat masuk atau keluar persimpangan jalan, marka jalan berupa tanda serong berupa garis utuh kerap diterjang sebagian pengendara.

Perhatikan tanda dan artinya:

Marka Membujur, berupa

a. Garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi pengendara untuk melintasi garis tersebut.

b.Garis putus-putus, merupakan batas lajur yang berfungsi mengarahkan lalu lintas dan atau memperingatkan akan marka membujur yang berupa garis utuh didepan

c. Garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus, menyatakan bahwa kendaraan yang berada di sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada di sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.

d. Garis ganda yang terdiri dari garis utuh, menyatakan bahwa kendaraan dilarang melintasi garis ganda tersebut.

Tahap 1 Membuat Marka Jalan
Gambar 2. Tahap pertama membuat marka jalan

Tahap 2 Membuat marka jalan

Gambar 3. Tahap kedua membuat marka Jalan

Tahap 3 Membuat marka jalan

Gambar 4. Tahap ketiga membuat marka jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s