Archive | 17 November 2012

Earthquake Safety

Location of our country that is at the confluence of  four tectonic plates of Asia, the continental shelf of Australia, the Indian oceanic plate and the Pacific plate resulted in the Indonesian region often hit by earthquakes. Besides, Indonesia is located in an area called the pacific ring of fire, where there are 83 active volcanoes scattered region of Indonesia (National Geographic-Indonesia’s Ring of Fire: Living with volcanoes), the region where more than 90% of the earthquake activity.

(Pasific Ring of Fire Map – atlas.nrcan.gc.ca)

As an earthquake-prone area, we as citizens should know what to do when an earthquake happens

The way to safe from earthquake :
1. Remain calm. Don’t run or panic. Stay where you are. Most Injuries happen when people are entering or leaving buildings.
2. Take cover. If you are inside, get under a heavy desk or table, against an inside wall or under an inside doorway. Stay away from glass, window, and outside door. If you are outside, move away from building, sidewalk and electric wires

3. Realize there may be aftershocks. The fist earthquake may be followed by several small shocks. Take the same precautions for these.
4.Use the stairs, do not use the elevators. You may then leave the building if that is the appropriate action.
5. Don’t use candles, matches or open flame. Gas line may have been damaged an a flame could cause explosion or fire

Hopefully this article useful for us

Letak negara kita yang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, lempeng benua Australia, lempeng samudera Hindia, dan lempeng samudera Pasifik mengakibatkan kawasan Indonesia sering dilanda  gempa bumi. Selain itu Indonesia terletak di kawasan yang disebut dengan pacific ring of fire, di mana terdapat 83 gunung berapi aktif tersebar diwilayah Indonesia (National Geographic- Indonesia’s Ring of Fire : Living with volcanoes) , daerah dimana lebih dari 90% aktifitas gempa bumi terjadi.

Sebagai daerah yang sering dilanda gempa, kita sebagai warga negara selayaknya mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa

Cara untuk aman dari gempa:
1. Tetap tenang. Jangan lari atau panik. Tetap tinggal dimana anda berada. Cedera yang paling sering terjadi ketika orang memasuki atau meninggalkan bangunan.
2. Berlindung. Jika Anda berada di dalam, masuk di bawah meja atau meja yang berat, melawan dinding dalam atau di bawah pintu masuk. Jauhi kaca, jendela, dan pintu luar. Jika Anda berada di luar, menjauh dari kabel bangunan, trotoar dan listrik

3. Sadarilah mungkin ada gempa susulan. Gempa pertama dapat diikuti oleh guncangan kecil beberapa. Lakukan tindakan yang sama untuk ini.
4.Gunakan tangga, jangan gunakan lift. Anda kemudian dapat meninggalkan bangunan jika itu adalah tindakan yang tepat.
5. Jangan menggunakan lilin, korek api atau api terbuka. Saluran gas mungkin telah rusak suatu api dapat menyebabkan ledakan atau kebakaran.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita..

My Vacation at Yogyakarta

Long vacation in mid november, I took visiting Yogyakarta. Coinciding with the new Hijri year, one sacred, Yogyakarta solid with events. Besides popular ritual ceremonies meditated in silence around the royal palace fence Yogyakarta, there is also a jazz music show (Ngayogjazz 2012)

Ngayogjazz 2012

Ngayogjazz 2012 is held on November 18 located at Desa Wisata Brayut (Brayut tourism billage), Sleman, and run on 12 hours straight, from 9 am to 9 pm, featuring loads of jazz artists/band from jakarta, international and regional jazz communities.

This year the theme is “Dengan Ngejazz kita Tingkatkan Swasembada Jazz” (By playing jazz we increase jazz’s self sufficiency). What the committee wish is to see the artiss, especially the young ones, who had performed in Ngayogjazz can stand on their  feet in building their creativity and career.

The legendary Brazillian jazz guitarist Toninho Horta is said to give his special performance. Eramono Soekaryo, a pianist/singer who was highly popular during the late 80’s and 90’s is ready to fly from Jakarta to show his fusion touch. Then there’s Irianti Erningpraja, she has come back again, so it’s a good chance to meet her again. two other legends Idang Rasjidi and Benny Likumahuwa will alsao be there.

If you’re into feel good music in term of easy to love melodies and lyrics and intimate performance, syaharani and the Queen Fire Works (ESQI:EF) is a must. High dose of funky groove will be there courtesy of  Barry Likumahuwa Project (BLP)

There will be many jazz communities involved i likes komunitas Jazz Yogyakarta, Solo Jazz ‘So-Jazz’ Society, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Balikpapan Jazz Lovers, Entuing Entung Gepik Jazz Salatiga, Komunitas Jazz Purwokerto, Gubuk Jazz Pekanbaru, Komunitas Jazz Lampung, Komunitas Jazz Pekalongan, Sound of Hanamangke Bandung and last but not least, Jazz Gudangan.

Imagine these many performance ready to rest their cases in 12 nonstop hour, free of charge, in the place where genuine Javanese Hospitality exist. At the Ngayogjazz no one should label jazz as something  fancy, old fashioned/out of date, too difficult, not suitable for some part of society and so on.

Liburan panjang  di pertengahan bulan november ini, saya menyempatkan berkunjung ke Yogyakarta. Bertepatan dengan tahun baru Hijriyah, 1 muharram, Yogyakarta padat dengan berbagai acara. Selain ritual populer upacara topo bisu  mubeng benteng  keraton yogyakarta, juga ada acara music jazz (Ngayogjazz 2012)

Ngayogjazz 2012

Ngayogjazz 2012, acara music jazz yang  diselenggarakan pada 18 November terletak di Desa WISATA Brayut (Brayut pariwisata billage), Sleman, dan akan berlangsung selama 12 jam, 09:00 wib -21:00 wib, menampilkan banyak artis jazz / band asal jakarta, internasional dan komunitas jazz regional.

Tahun ini tema adalah “Baru Ngejazz kitd Tingkatkan Swasembada Jazz” (Dengan bermain jazz kita meningkatkan swasembada jazz). Tujuan komite penyelengara acara ini  adalah untuk melihat para seniman, terutama yang muda, yang telah tampil di Ngayogjazz bisa mandiri mengembangkan kehidupan bermusiknya, baik dalam kreatifitasnya maupun karir bermusik mereka.

Seperti dikatakan gitaris jazz legendaris asal Brazil Toninho Horta, dia datang  untuk memberikan performanya yang spesial. Eramono Soekaryo, penyanyi/ pianis  yang sangat populer pada akhir 80-an dan 90 ‘s siap untuk terbang dari Jakarta untuk menunjukkan sentuhan fusion nya. Lalu ada Irianti Erningpraja, dia datang kembali lagi, jadi ini adalah kesempatan yang baik untuk bertemu dengannya lagi. Dua legenda lainnya Idang Rasjidi dan Benny Likumahuwa alsao akan berada di acara tersebut.

Jika Anda  merasa menyukai musik yang bagus,  mencintai melodi dan lirik dan performa yang hangat, Syaharani dan the Queen Fire Works (ESQI: EF) wajib nonton acara ini . Rasa funky dan groove tingkat tinggi akan berada di sana courtesy disajikan  Barry Likumahuwa Project (BLP)

Akan ada komunitas jazz yang terlibat dalam acara ini, seperti  Komunitas Jazz Yogyakarta, “Jadi-Jazz ‘Masyarakat Solo Jazz, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Balikpapan Pecinta Jazz, Entuing Entung Gepik Jazz Salatiga, Komunitas Jazz Purwokerto, Gubuk Jazz Pekanbaru, Komunitas Jazz Lampung, Komunitas Jazz Pekalongan, Sound of Hanamangke Bandung dan last but not least, Jazz gudangan.

Bayangkan, dalam acara ini banyak performa siap untuk digelar selama 12 jam nonstop, gratis, di tempat di mana rasa Jawa asli berada. Pada Ngayogjazz anda tidak harus mempunyai  label jazz  yang mewah, kuno, terlalu sulit, tidak cocok untuk beberapa bagian dari masyarakat dan sebagainya.