KAPUR SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

žMOHON MAAF, BLOG SAYA SUDAH BERPINDAH KE ALAMAT http://www.dwikusuma.com
Apabila Anda ingin komentar anda mendapat tanggapan dari saya, silahkan kunjungi http://www.dwikusuma.com
  kita akan berjumpa lagi di blog tersebut.
Kapur merupakan salah satu bahan bangunan yang tidak asing lagi bagi kita, namun tidak banyak yang mengetahui asal kapur terbentuk, jenis kapur apa yang baik untuk bahan bangunan dan bagaimana proses pembuatan kapur untuk bahan bangunan.
TERBENTUKNYA BATU KAPUR/GAMPING
Batu gamping dapat dibedakan menjadi dua yaitu batu gamping non klastik dan batu gamping klastik. Batu gamping non klastik merupakan koloni binatang laut terutama terumbu dan koral yang merupakan anggota coelenterate sehingga di lapangan tidak menunjukkan perlapisan yang baik dan belum banyak mengalami pengotoran mineral lain. Sedangkan batu gamping klastik merupakan hasil rombakan jenis batu gamping non klastik. (Sukandarumidi 2004, dalam Koordijanto 2009)
Batu gamping yang komponennya berasal dari fasies terumbu oleh fragmentasi mekanik, kemudian mengalami transportasi dan diendapkan kembali sebagai partikel padat diklasifikasikan dalam batu gamping allochton rudstone
Batu gamping (limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate). Sumber utama dari calcite ini adalah organisme laut. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit di lantai samudra sebagai pelagic ooze
PROSES PEMBUATAN KAPUR UNTUK BAHAN BANGUNAN
1. Penambangan
Penambangan Batu Gamping
Gambar 1. Penambangan Batu Gamping untuk Bahan Baku Industri Kapur Bahan Bangunan
Batu gamping untuk bahan baku umumnya dipecah dengan ukuran   tidak terlalu besar, supaya mempermudah proses pembakaran selanjutnya.
2. Pembakaran

Usaha pembakaran batu gamping hampir seluruhnya dikerjakan oleh pengrajin tobong kapur tradisional dikawasan dekat sumber kapur mentah dan umumnya dekat dengan kawasan hutan, Industri pembakaran kapur termasuk industri yang padat energi karena 60‐65% biaya produksinya merupakan biaya energi. Memecah batu gamping dengan ukuran lebih kecil artinya memperluas permukaan batu gamping sehingga panas akan lebi cepat tersebar dan batu gamping menjadi matang (istilah pada industri pembuatan kapur)

Tampak Atas (Permukaan) Tobong Pembuatan Kapur

Gambar 2. Tampak Atas Tobong Pembakaran Batu Gamping

Tampak Samping Tobong Pembakaran Batu Gamping

Gambar 3. Tampak Samping Tobong Pembakaran Batu Gamping

Bentuk tobong pembakaran batu gamping menjadi kapur bahan bangunan sangat beragam pada tiap daerah. Di Kabupaten Blora, pada Desa Ngampel, bentuk tobong merupakan galian tanah dengan bentuk lingkaran kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam galian tersebut, dan dibakar dengan menggunaka bahan bakar dari kayu.

Tobong Pembakaran Batu Gamping

Gambar 4. Tobong Pembakaran Batu Gamping

3. Pendinginan

Batu gamping yang telah “matang” disiram dengan air. Batu gamping yang semula keras menjadi bubuk kapur. Pada industri pembuatan kapur, produsen melayani bentuk batu kapur yang berupa bubuk (yang sudah disiram) ada juga yang masih berbentuk bongkahan (sudah dibakar).

Proses Pendinginan Batu Kapur

Gambar 5. Proses Pendinginan

Timbunan Kapur

Gambar 6. Timbunan Kapur setelah Proses Pendinginan.

—
MENGENAL JENIS-JENIS KAPUR SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
Kapur tohor adalah hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (CaCO3) pada temperature diatas 900 derajat Celsius terjadi proses calsinasi dengan pelepasan gas CO2 hingga tersisa padatan CaO atau bisa juga disebut quick lime

CaCO3 (batu kapur) —>  CaO (kapur tohor) + CO2

—
—Kapur padam adalah hasil pemadaman kapur tohor dengan air dan membentuk hidrat

CaO + Air ( H2O )     —–>  Ca (OH)2(kapur padam) + panas

—
—Kapur udara adalah.kapur padam yang diaduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida

Ca (OH)2 +CO2        ——->  Ca CO3 + H2O

—
—Kapur hidrolis adalah kapur  padam yang diaduk dengan air setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras baik didalam air maupun didalam udara
SIFAT-SIFAT KAPUR
  • —Plastis,
  • —Dapat mengeras dengan cepat sehingga memberi kekuatan pengikat
  • —Mudah dikerjakan tanpa melalui proses pabrik
  • —Menghasilkan rekatan yang bagus untuk mortar/plesteran.
FUNGSI KAPUR :
  • Perekat ( industri semen, bahan mortar, plesteran, dll )
  • Untuk hidrolisasi ( industri sabun, dll )
  • Bahan absorbsi ( bahan pemutih, dll )
  • Pelarut / solvent (ind. Cat casein, dll )
  • Bahan dihidrasi (pengering udara, dll)
  • Flokulan (ind, gula dll)
  • Fluk (pembuatan keramik, dll)
  • Pelumas (pembuat kawat, dll)
  • Bahan koustik (ind. pulp sulfat, dll) .
  • Untuk netralisasi (pemurnian air, dll)
  • Stabilisasi TanahAda beberapa hal yang patut kita waspadai, kapur berupa bubuk yang sudah dikemas, terkadang oleh oknum produsen kapur dicampur dengan bahan pemutih atau bahan tertentu sehingga kualitasnya kurang baik. Untuk mendapatkan bahan kapur sebagai bahan bangunan yang baik, sebaiknya belilah kapur tohor, yaitu kapur hasil pembakaran yang masih berupa bongkahan, belum disiram air. Pada saat akan kita gunakan, sediakanlah tempat untuk menuang kapur tohor tersebut, kemudian siramlah dengan air.  Jika terjadi letupan-letutan kecil atau terjadi rekahan akibat panas dan bongkahantersebut luluh menjadi bubuk maka kapur tohor tesebut berkaulias bagus. Sebaiknya, aduk, dan biarkan terlebih dahulu kurang lebih 1 minggu supaya dingin dan siap dijadikan bahan bangunan.
Video uji siram pada kapur tohor dapat anda saksikan disini http://www.youtube.com/watch?v=kCZZz5f31zA
Persyaratan Kapur Tohor
Syarat Kelas IMax % berat Kelas IIMax % berat
Kehalusan sisa maksdiatas ayakan 0,85 mmKetetapan bentukCO2 5Tidak retak6 10Tidak retak6
Persyaratan Kapur Padam
Syarat Kelas IMax % berat Kelas IIMax % berat
Kehalusan sisa maksdiatas ayakan 4,75 mmdiatas ayakan 0,106Ketetapan bentukCO2Sisa tidak larutKadar air -15Tidak retak6115 5-Tidak retak6315
Note : Jadilah pembaca yang baik, jika anda menganggap tulisan saya bermanfaat silahkan dicopy atau anda sebar luaskan. Tentunya tetap mencantumkan sumbernya. Hargailah kekayaan intelektual seseorang, maka orang lain pun akan menghormati anda.
Sumber :
  • žPUBI, Mei 1982, Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
  • žAlizar, MT, Pusat Pengembangan Bahan Ajar, Teknologi Bahan Konstruksi
  • žSuparni Setyowati Rahayu, Kapur Putih,2009
  • Blyth & Freitas, 1984 A Geology for Engineer, ELSEVIER, New York
  • Klasifikasi Embry – Klovan, 1971
  • Koordijanto, 2009, Kajian Bata Beton dengan  Bahan Baku Limbah Gergajian Batu Kapur, Tesis S-2 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Dwi Kusuma Sulistyorini, 2012, Pemanfaatan Batu Gamping Asal Kecamatan Bogorejo dan Pasir Asal Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora Propinsi Jawa tengah Untuk Pembuatan Beton Normal , Tesis S-2 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

2 thoughts on “KAPUR SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s