KEINDAHAN ALAM DI JEPARA JAWA TENGAH

Takjub, itulah yang saya rasakan saat melihat keindahan alam dan situs cagar budaya di sebelah utara Kota Jepara. Tepatnya di Desa Clireng Kecamatan Donorojo Kota Jepara Jawa Tengah. Saat itu kebetulan ada acara keluarga mendadak di daerah tersebut. Saat menuju lokasi, sepanjang jalan disuguhi rimbunnya pohon rambutan yang sedang berbuah di halaman depan rumah penduduk. Kontur tanah perbukitan dengan tikungan yang berkelok-kelok menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Udara pegunungan yang segar bebas polusi membuat nyaman perjalanan menuju lokasi.

Watu Putih Jepara

Gambar 1. Gunung Putih, Desa Clering Jepara

Kawasan kaki Gunung Muria dengan hamparan sawah sungguh membuat saya terkesan. Tiba tiba saat saya melintasi suatu tanjakan, saya terhenyak, takjub. Tepat di hadapan mata memandang adalah lautan. Di dekat lautan berdiri megah suatu  bangunan. Luar biasa. Inilah Benteng Portugis. Sebuah benteng pertahanan peninggalan Jaman Penjajahan Belanda dan Portugis. Saya tidak menyangka ternyata kawasan pegunungan muria selain memiliki pemandangan indah, juga memiliki kawasan cagar budaya dengan nilai sejarah.

Benteng  Portugis Jepara

Gambar 2. Benteng Portugis di Utara Kota Jepara Jawa Tengah

Pada tahun 1619, kota Jayakarta / Sunda Kelapa dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa yang diubah namanya menjadi Batavia dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuh nya kota Jayakarta ke tangan Belanda.

Meriam Benteng Portugis Jepara

Gambar 3. Meriam pada Benteng Portugis di Jepara

Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda. Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram. Kejadian ini membuat Sultan Agung berpikir bahwa VOC Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis . Benteng tersebut diperkirakan dibangun Pemerintah Mataram pada tahun 1613-1645 sebagai pusat pertahanan untuk menghalau musuh yang datang dari Laut Jawa.

Keindahan alam dan peninggalan sejarah yang sangat luar biasa, jika anda tertarik untuk berkunjung silahkan anda datang ke Jepara, Jawa Tengah. Dari Kota Jepara menuju arah Utara di Kecamatan Donorojo.

Amazed, that’s what I feel when seeing the natural beauty and cultural heritage sites in the northern city of Jepara. Precisely in the Village District of Donorojo Clireng Jepara, Central Java. When it happened to be a sudden family event in the area. On the way to the location, along the road offered a thick fruiting rambutan tree in the front yard of houses. Contour soil hills with winding bends presents incredible views. The fresh mountain air pollution free way to create a comfortable location.

Foot of Mount Muria area with paddy field really impressed me. Suddenly when I was crossing an incline, I was shocked, amazed. Right before the eye can see is ocean. Near the ocean stands a magnificent building. Excellent. This is the Portuguese fort. A relic of the Age fortifications Dutch and Portuguese colonization. I do not think it turned muria mountainous region in addition to having beautiful scenery, cultural heritage area also has historical value.

In 1619 , the city Jayakarta / Sunda Kelapa entered the Dutch VOC , and is currently the Sunda Kelapa was renamed Batavia regarded as the beginning of the growing imperialist colonization by the Dutch in Indonesia . Jayakarta city deprivation of events to the Dutch , the king of Mataram Sultan Agung already sensed the danger. Sultan Agung prepare for his army to expel the Dutch invaders . King of Mataram determination was carried out successively in 1628 and 1629 ended with the defeat in Mataram . This incident makes Sultan Agung think that the Dutch VOC can only be defeated through land and sea attacks simultaneously, whereas Mataram does not have a strong fleet , so the need for assistance from a third party that is also at odds with the VOC Nation Portuguese . The fort was probably built in the years 1613-1645 the Government Mataram as the center of defense to repel enemies that come from the Java Sea .

The natural beauty and historical heritage which is extraordinary , if you are interested in visiting please come to Jepara , Central Java . From Jepara city towards the North in the District Donorojo .

Sumber :

http://id.wikipedia.org

http://park.blogdetik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s