Archives

KEUTAMAAN SURAH AL MULK DI DALAM AL QUR’AN

Barangkali tidak banyak di antara kita yang tahu bahwa surah Al Mulk adalah tameng yang akan menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur. Al Qur’an datang dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW untuk kita semua agar bisa mengamalkannya dan memperoleh pahala tanpa perantara dan penghubung. Al Mulk adalah salah satu Surah dalam Al Qur’an yang mempunyai keutamaan untuk kita umat muslim.

Keutamaan Surah Al Mulk:

1. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda ” Sungguh aku menginginkan surah ini dihafal oleh semua umat ku.” Yaitu Surah Al Mulk ( HR Abd bin Humaidi dan Ath Thabari)

2. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada satu surah dalam Al Qur’an yang jumlah ayatnya tiga puluh ayat, yang akan memberikan  Continue reading

Advertisements

RESOLUSI IDUL FITRI

Beberapa hari lalu umat muslim merayakan hari raya idul fitri setelah melaksanakan ibadah puasa selam satu bulan. Semoga dengan berakhirnya ramadhan bukan berarti kita berhenti memaknai hakikat puasa, yaitu mendidik mata, telinga mulut, tangan, kaki dan segenap anggota badan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bahkan jika kita mampu, sebelas bulan ke depan kita diminta untuk meningkatkan derajat hakikat puasa ramadahan yang sudah kita jalani dengan menahan hati dari nafsu dan pikiran yang mengalihkan kita dari Allah SWT.

Namun, sebelum kita berandai-andai dapat mencapai derajat tertinggi puasa, tampaknya kita harus  merenungi 29 hari yang telah kita jalani. Benarkah lapar dahaga yang kita lakukan pantas mengantyarkan kita pada derajat fitrah, kembali menjadi bayi dan putih tanpa dosa. Benarkah pantas kita merasa menang melawan nafsu sedbulan dengan sejenak memalingkan muka dari gaya hedonisme yang memukau lalu merasa berhak memaknai Idul Fitri dengan perayaan kembalinya makan dan minum?

Benarkah waktu sore tidak kita habiskan dengan menyiapkan takjil dan makanan besar untuk membayar haus dan lapar sejak fajar? Benarkah kita  berbuka tidak terlalu kenyang, sehingga mencari-cari alasan untuk tidak turut  sholat tarawih? Benarkah pikiran kita menyambut Idul fitri tidak disibukkan dengan sarung, baju, sepatu dan mobil baru?

Tidak ada salahnya Idul Fitri dimaknai sebagai momentum tepat untuk membuat resolusi diri menyongsong sebelas bulan yang akan datang sampai ramadhan berikutnya tiba.

Resolusi diri dimulai dengan kesadaran mengenai dua fungsi kita sebagai manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT, sekaligus mengelola bumi ini dengan sebaik-baiknya.

KEWAJIBAN BERIBADAH

Fungsi pertama mengharuskan manusia untuk tidak pernah lupa melakukan kewajibannya beribadah, baik wajib maupun sunnah kepada Allah SWT, karena itulah manusia (dan jin) diciptakan. Namun Allah SWT tidak memberikan perintah kepada makhlukNya untuk terus menerus beribadah tanpa henti, sehingga melupakan jati dirinya sebagai manusia.

Fungsi kedua kewajiban bagi manusia untuk menjalankan fungsi sosialnya sehingga mampu mengelola bumi ini dengan baik (QS Al Baqarah ayat 30) dan menuntut manusia untuk mempunyai peran dalam semua aspek yang berkaitan dengan kemajuan peradaban dan hajat hidup manusia. Pada funsgsi ini sebenarnya seseorang harus meletakkan prioritas hidupnya. menjadi khalifah di dunia berarti mengharuskan manusia untuk selalu up dated dengan masalah-masalah peradaban kontemporer yang timbul sekaligus mampu mencari solusi yang tepat, cepat dan berkeadilan.

Menjadi khalifah di dunia juga berarti harus mampu mengelola hubungan antar manusia dengan harmonis tanpa memaksakan kehendak, kepercayaan dan nilai-nilai kepada manusia lain secara anarkis dan tidak bermartabat.

Sebaliknya, manusia menjadi khalifatullah yang sebenarnya jika mampu mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang dibawa Al Quran, Sunnah dan as shaih pada realitas dunia dan bangsa yang majemuk, sehingga membawa kebaikan sosial tidak hanya kepada masyarakat muslim melainkan menjadi rahmat kepada seluruh alam ini.

Kedua fungsi di atas saaling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena dari dua aspek itu tercipta keseimbangan kehidupan ritual dan sosial, transenental dan horisontal serta keseimbangan dunia dan akhirat seorang manusia. idul Fitri kali ini layak kita maknai dengan resolusi diri untuk bertekad menjadi insan yang mampu menjalankan dua tugas dasarnya sehingga tercipta equilibrium baru yang harmonis dari dalam jiwa kita.

Dengan harapan pada tahap berikutnya keseimbangan individual itu membawa kehidupan berbangsa yang lebih baik bagi negara kesatuan yang majemuk ini.

Sumber:

Abdul Ghaffar Rozin, STAI Mathaliul Falah, Pati

PERJALANAN ARWAH MU’MIN SETELAH MENINGGAL DUNIA

MOHON MAAF, BLOG SAYA SUDAH BERPINDAH KE ALAMAT dwikusuma.com Apabila Anda ingin komentar anda mendapat tanggapan dari saya, silahkan kunjungi dwikusuma.com  kita akan berjumpa lagi di blog tersebut.

Hari ini, tepat 40 hari meninggalnya tante saya tersayang, tante yang selalu mendoakan dan tidak pernah lelah memberikan nasehat kepada keponakannya yang secara usia sudah dewasa ini.

Senin, 11 maret 2013, adik kandung dari ibu saya meninggalkan dunia ini setelah selesai menunaikan ibadah umroh ke tanah suci tanggal 28 Februari 2013 bertepatan dengan hari ualang tahun saya.. Kemudian kembali pulang ke tanah air tanggal 8 maret 2013 dengansehat,  lancar dan selamat. Memang masalah jodoh,rejeki, hidup dan mati adalah rahasia Allah SWT.

Masih jelas dalam ingatan saya, pada tanggal 15 Februari 2013 saat saya menghadiri rakernas Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, menjadi pertemuan terakhir saya dengan almarhumah. Saat itu, kamis malam saya berangkat dari Cepu menuju Jakarta dengan kereta api. Tepat Jum’at pagi kedatangan saya disambut oleh almarhumah tante, sepupu dan sahabat saya di Stasiun Gambir, Jakarta. Bahkan pada saat rakernas berlangsung almarhumah denga tulus menunggui saya hingga acara selesai. Kemudian diantara jeda waktu perjalanan dari Kementerian Pekerjaan Umum menuju Stasiun Gambir untuk kepulangan saya kembali, kami berempat menyempatkan untuk ibadah sholat di Masjid Istiqlal, Subhanallah… Kenangan manis yang tidak akan pernah saya lupakan..

15 Februari 2013

Gambar 1. Almarhumah tante, sepupu, saya dan sahabat di Jakarta 15 Februari 2013

Alangkah tidak  bijak jika saya menulis dengan  membawa nama almarhumah, dan hanya memancing rasa haru kepada pembaca. Maka saya mencoba menulis tentang perjalanan arwah mu’min setelah meninggal dunia, semoga memberikan manfaat bagi kita.

Dalam riwayat Al Barro bin Azib Rasulullah SAW bersabda: “Berlindunglah kepada Allah SWT dari azab kubur! sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila “sakaratul maut” turunlah dua malaikat dengan wajah putih bersih membawa kain kafan dengan wewangian surga, mereka duduk di sisi kanan-kiri sejauh mata memandang, kemudian datang malaikat pencabut nyawa duduk di sebelah kepala dan berkata: “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju keampunan dan keridhoan Allah SWT, Maka keluarlah arwah seperti tetesan air dari bibir seperti orang sedang minum. Para Malaikat membawa roh ke langit 1-7 di tiap pintu langit para penghuni mengucapkan salam dan Allah SWT berfirman: “tulislah kitab hamba Ku ini di illiyin dan kembalikanlah ke bumi, kemudian arwah turun menuju alam kubur/barzah, di sana Malaikat Munkar dan Nakir menunggu untuk menanyai: Siapa Tuhanmu? Apa Agamamu? Siapa lelaki yang diutus untuk umatmu? Apa ilmumu? Setelah lulus azab kubur, terdengarlah suara dari langit : Karena kebenaran hamba-Ku maka bentangkanlah permadani jalan menuju surga. Berilah pakaian dan wewangian surga, bukalah sebuah pintu di surga. maka terciumlah wewangian surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang pemuda tampan berbaju indah dan berkata: berbahagialah engkau di hari yang telah Allah SWT janjikan. Mu’min yang telah meninggal berkata: Siapakah engkau? Pemuda tersebut berkata: Aku adalah amal baikmu ketika masih di dunia.

Arwah akan masuk ke jasadnya di alam kubur/barzah untuk mendapat nikmat/azab kubur terus menerus hingga kiamat.

Bagaimana kondisi/keadaan arwah orang yang meninggal tapi belum melunasi hutang?
Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqorah ayat  280 : ” Dan jika orang yang berhutang dalam kesukaran maka berilah tangguh/ untuk sampai diberi kelapangan. Dan mensedekahkan sebagian/semua hutang itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”

Rasulullah SAW bersabda dalam (HR Tirmidzi): “Roh seseorang menggantung antara bumi dan langit (tertahan di pintu alam barzah) sampai hutang-hutangnya terbayar/terlunasi”

Rasulullah SAW bersabda dalam (HR Tirmidzi): ” Sesungguhnya Allah SWT cinta/ suka kepada hamba yang tawakal (berusaha dan berdoa). Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga maka hal itu serupa dengan seorang mujahid si sabilillah (berjuang di jalan Allah SWT)”

Rasulullah bersabda: Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Orang yang telah meninggal merasa senang kepada orang yang menziarahi/mendoakannya.

Rasulullah bersabda dalam kitab Al Qubur: “Sungguh bahagia penghuni kubur jika ada sanak saudaranya yang datang menziarahi dan mendoakannya hingga ia bangkit dari duduk di kuburan”.
Orang yang telah meninggal mengetahui perbuatan sanak saudaranya, mereka sedih jika saudaranya berbuat dosa.

Rasulullah bersabda dalam (HR Ahmad): “ Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib kerabat dari keluarga kalian yang telah meninggal, mereka memohon ampunan pada Allah SWT: Ya Rabb.. Janganlah Engkau ambil mereka sampai Engkau memberikan hidayah seperti Engkau memberi hidayah kepada kami”

Kehilangan sanak keluarga adalah hal yang harus kita lalui dalam perjalanan hidup di dunia ini. Rasa sakit karena kehilangan sosok yang kita sayangi, rasa rindu yang tidak akan pernah terbayar dengan pertemuan adalah rasa yang akan sering timbul. Dari sedikit uraian yang saya tulis di atas, marilah kita menata diri, bangkit dari kesedihan, sekarang saatnya kita untuk mendoakan orang yang kita sayangi tersebut supaya diberikan surga, tempat yang layak di sisi Allah SWT sesuai amal ibadahnya, diampuni dosanya dan dijauhkan dari azab kubur. Aamiiin… Aamiiiin… Aamiiiin… Ya Rabbal alamiin…

JALAN MENUJU BAHAGIA

Kebahagiaan hamba terletak pada kesempurnaan penghambaannya kepada Allah SWT. Dan realisasi penghambaan itu adalah mengikhlaskan amalan kerena Allah SWT dan mengikuti petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Apabila seorang hamba melakukan suatu amalan sedang ia tidak ikhlas melakukannya karena Allah SWT, maka amalan itu akan sia-sia. Allah SWT berfirman dalam QS Al Furqaan ayat 23 :

Amalan dalam QS Al Furqaan 23

“Dan Kami hadapi segala amal (kebaikan) yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”
Dan apabila ia dalam melakukan amal kebaikan itu ikhlas karena Allah SWT, namun tidak mengikuti petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka amalan itu akan ditolak (dikembalikan) kepadanya, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Barang siapa yang memperbuat sesuatu amalan yang tidak berdasarkan perintah kami, maka amalannya itu akan ditolak”.

Dan apabila amalan itu telah ikhlas kerena Allah SWT lagi benar mengikuti petunjuk Rasulullah, maka amalan itu akan diterima dan disyukuri. Allah SWT berfirman dalam QS Al Kahfi ayat 107:

QS Al Kahfi 107, surga untuk org beriman

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal”

Sumber:

DR. Abdul Muhsin bin Muhammad Al Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawy) yang terlah dialihbahasa oleh: Dasman Yahya Ma’aly

Apakah Pentingnya Sifat Tawakal?

Sejenak mengamati peristiwa yang berlalu, merenungkan curhat seorang teman, sepertinya saya mendapatkan bahan menulis yang spesial. Berbeda dengan topik-topik yang sering saya unggah. Saya pikir masih sah saja karena blog ini merupakan blog pribadi. Tulisan saya bersifat religi, dengan tema “tawakal” semoga dengan sedikit bekal saya di bidang ini, bisa memberikan motivasi untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini.

Kebutuhan seorang muslim yang ingin menempuh jalan Allah SWT akan sifat tawakal merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan penting. Khususnya pada permasalahan mencari rejeki  atau menghadapi kenyataan yang kadang tidak sejalan dengan keinginan, membuat akal dan hati setiap orang menjadi sibuk, dan membuat orang merasa letih, goyah jiwanya, tidak dapat tidur di waktu malam dan merasa lelah di waktu siang.

Tidak jarang diantara mereka rela menghinakan dirinya, menundukan kepalanya dan menyerahkan segala kemuliaannya untuk mendapatkan “roti” atau “kursi”. Ia mengira bahwa “roti” atau “kursi”  itu berada dalam genggaman kekuasaan seorang makhluk seperti dirinya, kalu id mau dapat diberikannya atau tidak diberikannya. Sehingga ia mengira bahwa kehidupannya dan kehidupan anak-anaknya berada dalam genggaman kekuasaannya. Ia mengira mampu menghidupkan dan mematikan sebagaimana pernah dikatakan Raja Namrud ketika ia berjanji akan memenuhi kebutuhan Nabi Ibrahim AS.

Bahkan diantara mereka ada yang melebih-lebihkan. Diantara mereka ada yang membiarkan diri mereka memakan makanan haram, mengambil hak orang lain, memakan harta suap, memperbolehkan riba, dan memakan harta dengan cara yang batil. Hal itu dilakukan karena rasa takut jika kelak menginjak usia senja akan merasa kekurangan ataupun rasa khawatir meninggalkan keturunan yang lemah dan miskin setelah ia meninggal kelak. Imam Abdullah bin Al Mubarak pernah berkata  Continue reading